Feeds:
Posts
Comments

Jika anda percaya, pikiran anda mencari jalan untuk melaksanakannya.

Jika anda percaya sesuatu itu tidak mungkin, pikiran anda akan bekerja bagi anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. Akan tetapi jika anda percaya, benar-benar percaya, sesuatu dapat dilakukan, pikiran anda akan bekerja bagi anda dan membantu anda mencari jalan untuk melaksanakannya.

Percaya sesuatu dapat dilakukan melicinkan jalan untuk solusi yang kreatif. Percaya sesuatu tidak dapat dilakukan adalah cara berpikir yang destruktif.

Anda dapat menemukan cara untuk membeli rumah baru yang lebih besar jika anda percaya anda dapat melakukannya.

Kepercayaan melepaskan kekuatan kreatif. Ketidakpercayaan menjadi rem bagi berpikir kreatif. Percayalah, dan andapun akan memulai berpikir secara konstruktif.

Pikiran anda akan menciptakan jalan jika anda mengijinkannya.

Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan. Jika anda percaya sesuatu dapat dilakukan, pikiran anda akan mencari cara-cara untuk melakukannya. Percaya akan suatu solusi melicinkan jalan menuju solusi. Hapuskan kata “tidak mungkin”, “tidak akan berhasil”, “tidak dapat dikerjakan”, “tidak ada gunanya mencoba”, buang jauh-jauh pikiran dan kosa kata pembicaraan anda.

Jangan biarkan tradisi melumpuhkan pikiran anda. Bersikaplah menerima gagasan baru. Lakukan eksperimen. Coba pendekatan baru. Bersikaplah progresif dalam semua yang anda kerjakan.

Pensil

(Like the Flowing River, by Paulo Coelho)

Pensil, kita semua paham sekali, adalah sebuah alat tulis sederhana, sejak dulu hingga kini. Mari kita amati sejenak dari sudut yang berbeda;

Pertama;

Pensil dapat membuahkan hal-hal besar dan luar biasa, gambar maupun tulisan. Namun ternyata yang terpenting adalah tangan yang menggerakkannya. Begitu pula kehidupan. Siapapun, dimanapun, kapanpun, selalu ada tangan yang menggerakkan kehidupan. Kalangan agama menyebutnya Tuhan. TanganNYA-lah yg selalu menuntun hidup kita, apapun hasilnya, menyenangkan atau tidak.

Kedua;

Ketika tumpul, pensil perlu di-raut agar tulisan jadi lebih nyata. Begitu pula hidup, sesaat hadir penderitaan bak pensil ketika diraut. Setelah melewatinya, kita dibekali pengetahuan, makin menghargai kebahagiaan sekecil apapun itu. Kita pun lantas mampu berdiri lebih kuat. Penderitaan dan kebahagiaan memang selalu datang silih berganti sebagaimana siang dan malam, panas dan dingin, gelap dan terang.

Ketiga;

Ketika kesalahan terjadi, Pensil menyediakan penghapus untuk memperbaikinya. Begitu di perjalanan hidup kita, di keseharian kita. Kesalahan demi kesalahan terjadi, dan itu bukan sebuah malapetaka. Paling tidak ketika kita berbuat salah, artinya kita telah melakukan sesuatu. Dan takut berbuat salah adalah takut untuk berbuat. Dan hasilnya hanya membuahkan kebodohan intelektual

Keempat;

Bagi sebuah Pensil, hal terpenting bukanlah hiasan cat warna-warni keemasan di atasnya, namun graphite hitam di dalamnya. Bukan jeans Levis atau lainnya, sepatu kluaran itali apa bukan atau jam tangan Rolex atau bukan, tapi cara pandang & perilaku kita jauh lebih penting dari semua itu.

Kelima;

Ketika digunakan, pensil selalu meninggalkan bekas berupa tulisan dan atau gambar. Tinggalkanlah tulisan dan gambar yang bagus agar bermanfaat bagi sesama.

Ujung Cakrawala

Seberapa luas “dunia” Anda? Banyak orang hanya memiliki “dunia” seluas meja tulisnya, atau sepetak ruang kerjanya, atau mungkin sebesar gedung kantornya saja. Pandanglah keluar. Tebarkan pandangan Anda. Carilah ujung cakrawala. Nikmatilah cahaya matahari sore yang menemani perjalanan Anda pulang ke rumah. Dunia Anda jauh lebih luas dari yang Anda sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya antara rumah dan tempat kerja Anda.

Anda dianugerahi lautan, pegunungan, hutan, mata air, dan berbagai keindahan alam lainnya. Sadarilah bahwa semua ini tidak kalah berharganya. Karena itu, jangan sia-siakan waktu Anda untuk tidak melebur dengan semua keindahan itu. Jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaan Anda sejenak dan menikmati ciptaanNya. Hari esok masih ada. Kecuali Anda mau menyesal karena di saat pandangan Anda telah menjadi kabur, Anda baru tersadar akan kecantikan alam ini.

Pekerjaan Anda bisa menunggu. Namun umur Anda tidak akan kembali. Waktu adalah anak panah yang melesat kencang dan tidak bisa kembali. Anda tidak mungkin mampu menghentikan atau memperlambatnya. Selama waktu masih tersisa, tidak perlu ragu untuk menikmati keberadaan Anda di bumi ini. Ketika Anda menyadari betapa berharganya itu semua, Anda pun akan menyadari betapa berharganya Anda yang mungil ini di alam semesta yang maha luas. Kehadiran Anda adalah bagian dari alam ini. Hiduplah dengan penuh keseimbangan.